Rabu, 06 Desember 2017

Gangguan Jaringan Listrik



Pernahkah anda mengalami listrik yang mati, ataupun anjlok secara tiba – tiba?, atau pernahkah anda tersetrum? Tentu saja pernah, karena listrik adalah hal yang sangat familiar dalam kehidupan kita. Hal – hal tersebut diatas adalah contoh – contoh gangguan jaringan listrik, dan contoh di atas masih bisa diklasifikasikan lagi secara umum, bagaimanakah klasifikasinya? Silahkan simak penjelasan di bawah ini tentang pemisahan jenis gangguan jaringan listrik:


  •  Gangguan Hubung Singkat


Gangguan hubung singkat pada jaringan listrik, dapat terjadi antara phasa dengan phasa (2 phasa atau 3 phasa) dan gangguan antara phasa ke tanah. Timbulnya gangguan bisa bersifat temporer (non persistant) dan gangguan yang bersifat permanent (persistant). Gangguan yang bersifat temporer, timbulnya gangguan bersifat sementara, sehingga tidak memerlukan tindakan. Gangguan tersebut akan hilang dengan sendirinya dan jaringan listrik akan bekerja normal kembali. Jenis gangguan ini ialah : timbulnya flashover antar penghantar dan tanah (tiang, traverse atau kawat tanah) karena sambaran petir, flashover dengan pohon-pohon, dan lain sebagainya. Gangguan yang bersifat permanen (persistant), yaitu gangguan yang bersifat tetap. Agar jaringan dapat berfungsi kembali, maka perlu dilaksanakan perbaikan dengan cara menghilangkan gangguan tersebut. Gangguan ini akan menyebabkan terjadinya pemadaman tetap pada jaringan listrik dan pada titik gangguan akan terjadi kerusakan yang permanen. Contoh: menurunnya kemampuan isolasi padat atau minyak trafo. Di sini akan menyebabkan kerusakan permanen pada trafo, sehingga untuk dapat beroperasi kembali harus dilakukan perbaikan. Beberapa, penyebab yang mengakibatkan terjadinya, gangguan hubung singkat, antara lain:
  1. Terjadinya angin kencang, sehingga menimbulkan gesekan pohon dengan jaringan listrik.
  2. Kesadaran masyarakat yang kurang, misalnya bermain layang-layang dengan menggunakan benang yang bisa dilalui aliran listrik. Ini sangat berbahaya jika benang tersebut mengenai jaringan listrik.
  3. Kualitas peralatan listrik atau material yang kurang baik, misaInya: pada JTR yang memakai Twested Cable dengan mutu yang kurang baik, sehingga isolasinya mempunyai tegangan tembus yang rendah, mudah mengelupas dan tidak tahan panas. Hal ini juga akan menyebabkan hubung singkat antar phasa.
  4. Pemasangan jaringan yang kurang baik misalnya: pemasangan konektor pada JTR yang memakai TC, apabila pemasangannya kurang baik akan menyebabkan timbulnya bunga api dan akan menyebabkan kerusakan phasa yang lainnya. Akibatnya akan terjadi hubung singkat.
  5. Terjadinya hujan, adanya sambaran petir, karena terkena galian (kabel tanah), umur jaringan (kabeI tanah) sudah tua yang mengakibatkan pengelupasan isolasi dan menyebabkan hubung singkat dan sebagainya.

  • Gangguan Tegangan Lebih


Yang dimaksud gangguan tegangan lebih ialah, besarnya tegangan yang ada pada jaringan listrik melebihi tegangan nominal, yang diakibatkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
·         Adanya penurunan beban atau hilangnya beban pada jaringan, yang disebabkan oleh switching karena gangguan atau disebabkan karena manuver.
·         Terjadinya gangguan pada pengatur tegangan otomatis/automatic voltage regulator (AVR) pada generator atau pada on load tap chenger transformer.
·         Putaran yang sangat cepat (over speed) pada generator yang diakibatkan karena kehilangan beban.
·         Terjadinya sambaran petir atau surja petir (lightning surge), yang mengakibatkan hubung singkat dan tegangan lebih. Terjadinya surja hubung (switch surge), yaitu berupa hubung singkat akibat bekerjanya circuit breaker, sehingga menimbulkan tegangan transient yang tinggi. Hal ini sering terjadi pada sistem jaringan tegangan ekstra tinggi.
 
Gangguan tegangan lebih akan merusak isolasi, dan akibatnya akan merusak peralatan karena insulation break down (hubung singkat) atau setidak-tidaknya akan mempercepat proses penuaan peralatan dan memperpendek umur peralatan. Sebenarnya kondisi abnormal ini kurang tepat jika disebut sebagai gangguan. Akan tetapi kondisi abnormal ini jika berlangsung terus menerus akan menyebabkan peralatan cepat rusak, umur peralatan pendek dan membahayakan sistem. Sebenamya timbulnya gangguan beban lebih ini, khususnya terhadap pasok daya ke pelanggan, bisa dieliminir oleh pihak PLN dengan cara: pembebanan pada tiap-tiap trafo harus diinventarisir dan dimonitor dengan seksama, sehingga pembebanannya tidak melebihi kapasitas trafo. Beberapa penyebab yang mengakibatkan timbulnya gangguan beban lebih ialah:
·         Semakin meningkatnya permintaan energi listrik dari pelangggan, sehingga memaksa trafo dan saluran dengan beban maksimum, bahkan mungkin lebih besar dari kemampuannya. Hal ini disebabkan: 

a. Jumlah volume jaringan listrik yang terbatas dan kurang bisa mengimbangi jumlah pelanggan.
b. Kurangnya pengertian dan ketidaktahuan masyarakat pelanggan listrik terhadap masaIah kelistrikan. Contoh: pada suatu daerah tertentu terdapat sambungan listrik ke pelanggan dengan kondisi beban trafo dan jaringan yang telah maksimum. Ada calon pelanggan lain yang berdekatan dengan pelanggan PLN tersebut, ngotot untuk bisa disambungkan aliran listrik ke rumahnya. Akhirnya dengan sangat terpaksa PLN melayani, sehingga beban trafo dan jaringan di daerah tersebut menjadi lebih (over load).
c. Terjadinya loses daya pada jaringan dan trafo, yang diakibatkan oleh berbagai hal, sehingga trafo beserta jaringannya tidak bisa bekerja pada beban penuh.
·         Adanya manuver atau perubahan aliran beban di jaringan, setelah timbulnya gangguan.
·         Adanya pemakaian energi listrik yang di luar kontrol dan catatan PLN atau tanpa sepengetahuan PLN, sehingga PLN sulit mendeteksi beban trafo dan jaringan yang ada. Hal ini akan menyebabkan timbulnya gangguan beban lebih.


  • Gangguan Instabilitas


Yang dimaksud gangguan instabilitas adalah gangguan ketidakstabilan pada sistem (jaringan) listrik. Gangguan ini diakibatkan adanya hubung singkat dan kehilangan pembangkit, yang selanjutnya akan menimbulkan ayunan daya (power swing). Efek yang lebih besar akibat adanya ayunan daya ini adalah, mengganggu sistem interkoneksi jaringan dan menyebabkan unit-unit pembangkit lepas sinkron (out of synchronism), sehingga relai pengamansalah kerja dan menyebabkan timbulnya gangguan yang lebih luas. Untuk mengantisipasi agar gangguan instabilitas tidak teijadi, ada beberapa cara yaitu: konstruksi jaringan harus baik, sistem proteksi harus andal, pengoperasian dan pemeliharaan harus baik dan benar, dan sebagainya.


  • Gangguan karena konstruksi jaringan yang kurang baik.


Yang dimaksud sistem jaringan di sini adalah, mulai dari pembangkitan, penyaluran, distribusi sampai dengan instalasi listrik pelanggan. Sedangkan yang dimaksud gangguan konstruksi jaringan adalah, gangguan yang terjadi akibat kondisi jaringan yang tidak memenuhi ketentuan dan standard teknik. Di sini ingin ditekankan bahwa sistem jaringan sangat menentukan tingkat keberhasilan dan keandalan sistem tenaga listrik. Beberapa hal yang mengakibatkan gangguan sistem jaringan, adalah:
  1. Perencanaan yang kurang baik misalnya: tidak mempertimbangkan keseimbangan antara supply and demand (daya yang tersedia dan kebutuhan beban pelanggan), design konstruksi yang kurang tepat, dan lain sebagainya.
  2. Peralatan dan material yang dipasang mempunyai standard teknik yang rendah (under quality).
  3. Pemasangan yang kurang baik, yang diakibatkan kesadaran pelaksana pekerjaan yang rendah dan pengawasan dari pihak Owner yang kurang ketat.
  4. Pengoperasian dan pemeliharaan yang kurang baik, kegagalan kerja sistem proteksi (peralatan pengaman) dan penuaan pada, peralatan/material jaringan.
Hal tersebut di atas akan menyebabkan timbulnya berbagai gangguan jaringanlistrik. Hal ini bisa diatasi sedini mungkin, yaitu sejak tahap perencanaan, pelaksanaan pekerjaan, pengawasan pelakpekerjaan, komisioning, pengoperasian dan pemeliharaan jaringan listrik, harus mengikuti kaidah, ketentuan dan standard teknik yang telah ditentukan.
Gangguan tidak dapat dicegah sama sekali, tapi dapat dikurangi kemungkinan terjadinya sebagai berikut :
  • Peralatan yang dapat diandalkan adalah peralatan yang minimum memenuhi persyaratan standart yang dibuktikan dengan type test, dan yang telah terbukti keandalannya dari pengalaman. Penggunaan peralatan di bawah mutu standart akan merupakan sumber gangguan.
  • Penentuan spesifikasi yang tepat dan design yang baik sehingga semua peralatan tahan terhadap kondisi kerja normal maupun dalam keadaan gangguan, baik secara elektris, thermis maupun mekanis.
  • Pemasangan yang benar sesuai dengan design, spesifikasi dan petunjuk dari pabrik.
  • Penggunaan kawat tanah pada SUTT/SUTET dengan tahanan pentanahan kaki tiang yang rendah. Untuk pemeriksaan dan pemeliharaan, maka konduktor pentanahannya harus dapat dilepas dari kaki tiangnya.
  • Penebangan atau pemangkasan pohon-pohon yang berdekatan dengan kawat fasa SUTM dan SUTT harus dilakukan secara periodik. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan tidak hanya jaraknya dalam keadaan tidak ada angin, melainkan juga dalam keadaan pohon-pohon tersebut ketika ditiup angin.
  • Penggunaan kawat atau kabel udara berisolasi untuk SUTM harus dipilih dan digunakan secara selektif.
  • Operasi dan pemeliharaan yang baik.
  • Menghilangkan atau mengurangi penyebab gangguan atau kerusakan melalui penyelidikan.
Menghilangkan gangguan jaringan listrik sama sekali dalam suatu sistem tenaga listrik merupakan usaha yang tidak mungkin dapat dilakukan. Oleh karena itu maka usaha yang dapat dilakukan adalah mengurangi akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Usaha-usaha yang dapat dilakukan adalah :
  • Mengurangi besarnya arus gangguan. Untuk mengurangi arus gangguan dapat dilakukan dengan cara : menghindari konsentrasi pembangkitan (mengurangi short circuit level) menggunakan reaktor dan menggunakan tahanan untuk pentanahan netralnya.
  • Penggunaan lighting arrester dan penentuan tingkat dasar isolasi (BIL) dengan koordinasi isolasi yang tepat.
  • Melepaskan bagian sistem yang terganggu dengan menggunakan circuit breaker dan relay pengaman.
  • Penggunaan pola load shedding dan sistem splitting untuk mengurangi akibat kehilangan pembangkit.
  • Penggunaan relay dan circuit breaker yang cepat dan AVR dengan response yang cepat pula untuk menghindari atau mengurangi kemungkinan gangguan instability (lepas sinkron).

Kamis, 30 November 2017

Jaringan Listrik Aliran Atas



Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang disebabkan dari pergerakan elektron-elektron, mengalir melalui suatu titik dalam sirkuit listrik tiap satuan waktu. Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Contoh arus listrik dalam kehidupan sehari-hari berkisar dari yang sangat lemah dalam satuan mikro Ampere {\displaystyle \mu A}seperti di dalam jaringan tubuh hingga arus yang sangat kuat 1-200 kiloAmpere (kA) seperti yang terjadi pada petir. Dalam kebanyakan sirkuit arus searah dapat diasumsikan resistansi terhadap arus alat listrik adalah konstan sehingga besar arus yang mengalir dalam sirkuit bergantung pada voltase dan resistansi sesuai dengan hukum Ohm. Arus listrik merupakan satu dari tujuh satuan pokok dalam satuan internasional. Satuan internasional untuk arus listrik adalah Ampere (A). Secara formal satuan Ampere didefinisikan sebagai arus konstan yang, bila dipertahankan, akan menghasilkan gaya sebesar 2 x 10-7 Newton/meter di antara dua penghantar lurus sejajar, dengan luas penampang yang dapat diabaikan, berjarak 1 meter satu sama lain dalam ruang hampa udara. Jaringan listrik Aliran Atas atau yang sering di sebut LAA adalah suatu sistem yang terdiri dari Gardu Listrik dan jaringan listrik aliran atas yang berfungsi untuk menyalurkan daya listrik dari sumber ke beban dalam hal ini yang biasa menggunakan jaringan listrik aliran atas adalah Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk mengetahui secara umum proses
penyaluran dapat di lihat pada gambar berikut :         




Power plant adalah bagian yang menghasilkan sumber energi listrik. Tenaga listrik ini akan disalurkan melalui transmisi yaitu power distribution line. dalam penyaluran ini ada dua proses perubahan tegangan yaitu pada line distribution line tegangan akan dinaikan menggunakan trafo step up menjadi (150 kV, 500 kV), setelah di transmisikan dan mendekati beban tegangan di turunkan dengan trafo step down menjadi (20 kV). Tegangan incomming pada DC substation adalah 20 kV dan akan di konversi menjadi teganan DC 1500. Teganan iniyang digunakan untuk suplay ke KRL. Di Jakarta modern seperti saat ini, KRL bukanlah hal yang asing untuk dilihat. Sangatlah lumrah anda melihat KRL wara-wiri di jalur kereta ibukota dan kota-kota penyangga di sekitarnya. Kebanyakan jalur KRL di Jabodetabek baru dielektrifikasi pasca Indonesia merdeka. Terkecuali untuk jalur Jakarta Kota-Bogor, Jakarta Kota-Jatinegara, Jakarta Kota-Tanjung Priok, dan Tanjung Priok-Jatinegara, semua jalur itu sudah dielektrifikasi sejak era kolonial Belanda.


Mungkin sering terbesit di benak anda. Di era kolonial yang masih belum se-modern sekarang, darimana mereka bisa mendapatkan listrik untuk menjalankan KRL? KRL di era kolonial dikelola oleh anak perusahaan Staatspoorwegen yang bernama Electrische Staatspoorwegen atau ESS. Selain sebagai operator, ESS juga bertanggungjawab atas sarana dan prasarana operasional KRL di Batavia dan sekitarnya termasuk untuk kelistrikan. Listrik untuk KRL ini didapatkan dari PLTA Kracak dan PLTA Ubruk yang berada di Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat. Dari PLTA Kracak dan PLTA Ubruk, listrik tak langsung dialirkan ke LAA (jaringan listrik aliran atas)  karena tegangan yang masih terlalu tinggi serta masih dalam bentuk AC, melainkan dikirim ke gardu induk melalui sutet. Saat ini ada 3 gardu induk untuk LAA peninggalan ESS yang masih digunakan sampai saat ini, yakni Gardu Induk Kedung Badak, Depok, Jatinegara, dan Ancol. Gardu induk ini akan menurunkan tegangan dari sutet serta mengkonversi tegangannya dari AC ke DC agar bisa langsung diaplikasikan ke LAA maupun mengirimkannya ke gardu kecil. Listrik yang sudah dikonversi ke DC di gardu induk disalurkan melalui kabel penyalur listrik ke gardu kecil. Kalau penasaran yang mana kabel penyalur, perhatikan saja kabel yang menggantung di samping LAA. Gardu kecil ini akan memperkecil tegangan yang disalurkan oleh gardu induk dan menyalurkannya ke kabel LAA. Selain itu, gardu kecil ini juga bisa memutus aliran LAA apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sayangnya gardu kecil ini kebanyakan sudah tidak digunakan lagi karena adanya modernisasi pada kelistrikan KRL. Dan juga pembaruan pada jaringan listrik aliran atas

Minggu, 05 November 2017

Alat Listrik Stop Kontak



Salam sejahtera bagi kita semua, selamat datang kembali di artikel saya, kali ini mari kitabahas tentang alat listrik stopkontak, tentu saja anda sangat familiar dengan alat listrik yang satu ini, seperti yang anda tau, stop kontak merupakan bagian terminal akhir dari instalasi listrik yang terpasang secara permanen sebagai penghubung energi listrik ke peralatan listrik. Disebut terpasang secara permanen, adalah karena letaknya terpasang pada dinding. Ada dua bentuk stop kontak yang sering dipasang dirumah, yaitu stop kontak kecil, biasanya dimanfaatkan untuk menyalurkan listrik daya rendah ke alat-alat listrik serta stop kontak besar yang digunakan untuk peralatan yang membutuhkan daya listrik besar. Stop kontak besar telah dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah yang berfungsi sebagai ground. Berdasarkan tempat pemasangannya, stop kontak dibedakan menjadi dua jenis, yaitu stop kontak yang dipasang pada tembok disebut stop kontak in bow serta stop kontak yang dipasang di luar tembok atau sekedar ditempelkan pada permukaan tembok dan lazim disebut stop kontak out bow
                      


                 Stop kontak kecil         
   
                         
 Stop kontak besar   


             
                 Stop kontak out bow     

        

Stop kontak in bow


Ada beberapa hal tentang stop kontak yang harus kita perhatikan, seperti mungkin anda pernah menyambungkan stop kontak dengan colokan, atau terminal cabang empat, atau dengan terminal T. Tujuannya tentu agar stop kontak muat banyak dengan colokan alat elektronik, namun sebenarnya stop kontak yang dipasangi banyak terminal berpotensi lebih mudah mengalami kebakaran dan menimbulkan korsleting, anda mungkin bingung mengapa bisa terjadi korsleting atau bahkan kebakaran karena menumpuk terminal pada stop kontak, Alasannya, anda tidak bisa menjamin penambahan terminal T pada titik kontak secara berulang yang dilakukan selalu tepat, dan bila tidak pas menyambungnya bisa timbul percikan listrik, percikan listrik itulah yang berpotensi menjadi kebakaran.




Maka dari itu perlunya kewaspadaan saat menyambungkan cabang terminal pada alat listrik stop kontak, selain perlu memastikan letaknya sudah tepat, anda harus menggunakan stop kontak SNI dengan kualitas yang terjamin. Anda harus waspada karena saat ini marak terjadi beberapa komponen pada perangkat listrik palsu biasanya sudah dikurangi untuk mengakali harga jual menjadi lebih murah, padahal, mengurangi komponen perangkat bisa menimbulkan bahaya. Namun tidak hanya pada stop kontak, karena pada dasarnya, tak ada hitungan jumlah ideal cabang yang disambungkan pada satu stop kontak, hal itu berhubungan dengan kemampuan hantar arus (KHA) dari kabel yang dipakai.

Ada tiga jenis kabel bergantung penggunaannya yanng biasa dipakai di rumah, yakni kabel NYA, kabel NYY, dan kabel NYM. Cara menghitung kekuatan arus pada kabel, atau kekuatan penampang, misal memakai kabel NYA yang memiliki ukuran 1,5 milimeter persegi dan punya kemampuan hantar arus 11 ampere misalnya, bisa menahan hingga 2.420 watt, cara menghitungnya, 11 ampere dikalikan tegangan 220 volt. Berarti 2.420 watt. Dengan jumlah itu, jumlah watt terpakai di rumah tidak boleh melebihi angka tersebut. Jadi walaupun hanya ada satu stop kontak, berapapun cabang atau alat listrik yang dicolokkan tidak boleh melebihi batas tersebut, dan pengamanan yang sangat direkomendasikan adalah untuk memasang MCB yaitu Mini Circuit Breaker. Sebagai salah satu perangkat listrik, MCB berfungsi sebagai pengaman terhadap gangguan hubungan singkat dan beban listrik lebih di rumah. Jadi, ketika anda secara tidak sengaja menghubungkan beban berlebih pada instalasi listrik, maka MCB akan secara otomatis memutuskan arus listrik.